Seminar Dinarpreneur

No Comments

Mau tahu cara mengamankan asset anda bahkan nilainya akan naik tiap tahun?
Mau tahu cara hidup nyaman tanpa peduli inflasi?
Mau tahu bagaimana orang-orang kaya mempertahankan kekayaan mereka?
Disini akan dijelaskan bagaimana dan dengan apa pertanyaan-pertanyaan itu terjawab.

 

Kita telah kalah selangkah dari Amerika

No Comments

Sebuah kabar dari internet menggelitik saya, bunyinya sebagai berikut “Negara bagian Utah, Amerika Serikat menyetujui untuk menggunakan koin emas dan perak sebagai alat tukar”. Itu bisa diartikan bahwa penggunaan konsep Dinar-Dirham telah didahului oleh negara yang selama ini menggunakan sistem kapitalis dan bukannya negara-negara muslim (kecuali negara bagian Kelantan Malaysia). Ini fakta yang sungguh menyedihkan.

Saya tidak mau mengatakan bahwa kita telah kalah 1 Mil dari Amerika. Saya tidak mau mengatakan bahwa kita telah kalah berkilo-kilo meter dari negeri Paman Sam. Saya hanya ingin mengatakan kita telah kalah selangkah. Jujur saja saya ingin membangun keoptimisan di sini, ini bukan tentang ketidakmampuan pemerintah kita mengendalikan sistem perekonomian, ini bukan tentang ketidakmampuan kita mengejar kemajuan teknologi, saat ini saya tidak membahas betapa kuatnya cengkeraman politik mereka. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa ini adalah tentang ke”MAU”an kita untuk mulai berubah, untuk mulai sadar, dan untuk mulai bangkit. Sadar, berubah, dan bangkit untuk mulai menyelamatkan aset pribadi, keluarga dan bangsa kita. Untuk mulai mengambil alih arah kemakmuran kita sendiri sebagai bagian terkecil dari bagian masyarakat dunia.

Khususnya sebagai muslim kita sudah dibekali oleh sejarah panjang kemakmuran yang dibangun oleh pemerintahan islam. Kita telah melihat susunan perekonomian dari makro hingga mikro yang telah ditata dengan baik dan adil termasuk dalam currency yang menggunakan dinar emas dan dirham perak sebagai timbangan yang adil. Lalu ekonomi sosialis, kapitalis, dan liberalis mulai muncul. Kita sebagai bagian terkecil dari pemerintahan mengikuti sistem itu entah karena ketidaktahuan, ketidakpahaman, maupun keterpaksaan. Tapi sebagai individu kita tetap memiliki kemampuan untuk memilih dan berubah. Saat inilah kemauan kita perlu ditunjukkan, karena peluang untuk berubah masih sangat terbuka. Masih belum ada undang-undang yang melarang kepemilikan logam mulia seperti yang pernah dilakukan Roosevelt pada rakyatnya. Atau pembatasan pembelian logam mulia oleh masyarakat seperti yang mulai dilakukan oleh bank-bank Austria baru-baru ini. Tidak ada kata lain untuk sadar dan berubah, saat ini adalah saat terbaik bagi kita untuk bertindak. Konversi dan proteksi aset anda dengan dinar emas atau logam mulia.

Kelebihan dan Kekurangan Emas

No Comments

Indonesia dan dunia sedang mengalami demam emas, lonjakan nilai emas  di beberapa saat lalu membuat masyarakat berbondong-bondong mulai memborong logam mulia ini. Untuk anda ada beberapa hal yang patut diketahui sebagai basic cara berpikir dan cara pandang dalam berinvestasi atau memproteksi aset anda dalam emas. Emas selain memiliki banyak kelebihan juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut adalah hal-hal yang menjadi kelebihan dan kekuranngan emas dalam bentuk batangan dan koin Dinar :

Kekurangan emas adalah :

  1. Harus disimpan karena tidak bisa dipakai sehingga tidak dapat dinikmati nilai keindahannya.
  2. Berupa potongan kecil tidak beraturan sehingga kurang rapi (kecuali berupa koin).
  3. Ada risiko rugi bila diperjualbelikan dalam jangka waktu pendekKetika dijual mengalami kerugian, pada saat harga emas turun.
  4. Tidak menghasilkan keuntungan bunga berupa uang secara langsung.
  5. Resiko Keamanan bisa jadi dicuri.
  6. Perlu tempat penyimpanan / safe deposit box (SDB).
  7. Baru memberikan keuntungan yang sangat besar bila disimpan dalam jangka waktu yang cukup panjang (3-10 tahun).

Kelebihan Emas adalah :

  1. Aset yang nyata  (riil) dan bisa di pegang (Tangible Asset).
  2. Sangat mudah ditukar dengan uang (Liquid).
  3. Bisa dijadikan benar-benar untuk mencari keuntungan (pure profit oriented) .
  4. Sangat mudah untuk digadaikan atau dijadikan agunan.
  5. Sangat pribadi (privacy), orang tidak ada yang tahu seberapa banyak emas yang kita miliki.
  6. Modal untuk investasi kecil. Emas dengan berat 1gr sudah dapat dibeli sehingga terjangkau semua kalangan.
  7. Mudah dipindahkan (portable).
  8. Tahan lama (durable) terhadap segala cuaca ekstrim.
  9. Bebas pajak pertambahan nilai (PPN) karena berupa bahan baku (bila berupa emas batangan).

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan emas, semoga bermanfaat.

Ketahui Siklus Emas

No Comments

Lhistoire se Repete” Sejarah selalu berulang! Demikian kata orang Prancis. Bung Karno juga mengingatkan “JAS MERAH”, Jangan Sekali-kali Melupakan sejarah. Dunia tak akan lepas dari suatu siklus, siklus tanam-panen, musim hujan-kemarau dan banyak lagi. Walaupun siklus-siklus tersebut akhir-akhir ini mengalami banyak anomali tetapi tetap akan berlaku juga. Lalu bagaimana dengan emas? Apakah ada siklus atau polanya? Tentu ada, menilik pola beberapa tahun terakhir maka bisa saya gambarkan bahwa terdapat pola seperti di bawah ini:

- Pada Kwartal 1 (Januari, Februari, Maret) harga emas biasanya akan lebih tinggi daripada kwartal 4(Oktober,November,Desember) tahun sebelumnya.

- Pada Kwartal 2 (April,Mei,Juni) harga emas mulai menunjukkan tren penurunan menuju titik terendah pada tahun tersebut terutama di bulan juni.

- Pada Kwartal 3 (Juli,Agustus,September) harga emas akan turun lebih dalam lagi di bulan Juli. Selanjutnya pada bulan Agustus, September mulai merangkak naik dari level terendahnya.

- Pada Kwartal 4 (Oktober, November, Desember) harga emas akan menuju titik tertingginya, lebih tinggi daripada Kwartal 1 (Januari, Februari, Maret) tahun yang sama.

Biar lebih mudah, akan saya berikan gambarannya berdasarkan data tahun 2010 dan 2011.

- Pada Kwartal 4 (Oktober, November, Desember) 2010 harga emas berada di angka Rp 380.000/gr.

- Pada kwartal 1 (Januari, Februari, Maret) 2011 harga emas di kisaran Rp 430.000/gr. Terjadi kenaikan sebesar Rp 50.000/gr dari Kwartal 4 tahun 2010

- Pada Kwartal 2 tahun 2011, harga emas mulai berlahan menurun dari harga di Kwartal 1, bulan April harga emas mulai turun menjadi Rp 420.000/gr, bulan Mei turun lagi sekitar Rp 415.000 dan bulan Juni menjadi Rp 407.000/gr

- Kwartal 3 tahun 2011, di bulan Juli harga emas bisa jadi turun lebih dalam atau tetap. Pada bulan Agustus harga naik kembali menjadi Rp 450.000/gr dan pada September naik lagi menjadi Rp 475.000/gr.

- Kwartal 4 tahun 2011, bulan Oktober emas mulai menyentuh angka Rp 500.00/gr, dan terus naik secara gradual di angka Rp 550.000/gr dari bulan Oktober, November, dan Desember.

 

Jadi bila anda menginginkan membeli harga emas di harga terendah maka belilah di rentang waktu Juni-Juli. Dan apabila anda menginginkan menjual emas anda dengan harga tinggi maka jual lah di rentang kwartal ke-4 antara bulan Oktober, November, dan Desember. Semoga siklus atau pola kenaikan dan penurunan harga emas ini bermanfaat.

Sejarah Singkat Dinar Emas dan Dirham Perak

No Comments


Pada masa awalnya Muslimin menggunakan emas dan perak berdasarkan beratnya dan Dinar Dirham yang digunakan merupakan cetakan dari bangsa Persia.

Koin awal yang digunakan oleh Muslimin merupakan duplikat dari Dirham perak Yezdigird III dari Sassania, yang dicetak dibawah otoritas Khalifah Usman, radiy’allahu anhu. Yang membedakan dengan koin aslinya adalah adanya tulisan Arab yang berlafazkan “Bismillah”. Sejak saat itu tulisan “Bismillah” dan bagian dari Al Qur’an menjadi suatu hal yang lazim ditemukan pada koin yang dicetak oleh Muslimin.

Sebagaimana telah diketahui bersama, bahwa standar dari koin yang ditentukan oleh Khalif Umar ibn ak-Khattab, berat dari 10 Dirham adalah sama dengan 7 Dinar (1 mithqal). Pada tahun 75 Hijriah (695 Masehi) Khalifah Abdalmalik memerintahkan Al-Hajjaj untuk mencetak Dirham untuk pertama kalinya, dan secara resmi beliau menggunakan standar yang ditentukan oleh Khalifah Umar ibn Khattab. Khalif Abdalmalik memerintahkan bahwa pada tiap koin yang dicetak terdapat tulisan: “Allahu ahad, Allahu samad”. Beliau juga memerintahkan penghentian cetakan dengan gambar wujud manusia dan binatang dari koin dan menggantinya dengan huruf-huruf.

Perintah ini diteruskan sepanjang sejarah Islam. Dinar dan Dirham biasanya berbentuk bundar, dan tulisan yang dicetak diatasnya memiliki tata letak yang melingkar. Lazimnya di satu sisi terdapat kalimat “tahlil” dan “tahmid”, yaitu, “La ilaha ill’Allah” dan “Alhamdulillah” sedangkan pada sisi lainnya terdapat nama Amir dan tanggal pencetakkan; dan pada masa masa selanjutnya menjadi suatu kelaziman juga untuk menuliskan shalawat kepada Rasulullah, salallahu alayhi wa salam, dan terkadang, ayat-ayat Qur’an.

Koin emas dan perak menjadi mata uang resmi hingga jatuhnya kekhalifahan. Sejak saat itu, lusinan mata uang dari beberapa negara dicetak di setiap negara era paska kolonialisme dimana negara negara tersebut merupakan pecahan dari Dar al Islam.

Sejarah telah membuktikan berulang kali bahwa uang kertas telah menjadi alat penghancur dan menjadi alat untuk melenyapkan kekayaan umat Muslim. Perlu diingat bahwa Hukum Syariah Islam tidak pernah mengizinkan penggunaan surat janji pembayaran menjadi alat tukar yang sah

Apa itu emas?

No Comments

Emas (Sanskrit jval, Yunani ?????? = chrysos, Latin aurum, Inggeris kuno gold) telah diketahui sebagai logam yang sangat berharga sejak zaman prasejarah. Hieroglif Mesir (2600 SM) mengatakan logam dan emas dinyatakan beberapa kali dalam Perjanjian Lama (Ing. Old Testament). Penjelajahan orang Eropa (pada zaman penjelajahan Eropa) ke benua Amerika, Afrika, dan Asia digalakkan oleh pelbagai berita yang menyatakan bahawa bahan hiasan emas digunakan secara berleluasa di kalangan orang asli benua-benua tersebut, terutamanya di Amerika Tengah, Peru, dan Colombia.

Emas adalah sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, “malleable”, dan “ductile”. Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang oleh klorinfluorindan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvialdan salah satu logam coinageKode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius. Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer).

Emas telah lama dianggap sebagai logam yang paling berharga, dan telah digunakan sebagai alat tukar-menukar. Emas juga digunakan sebagai simbol ketulenan, nilai tinggi, kedaulatan.

Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan sebagai perhiasan, danelektronik. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia, harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar Amerika. Bentuk penggunaan emas dalam bidang moneter lazimnya berupa bulion atau batangan emas dalam berbagai satuan berat gram sampai kilogram.

Aneh Tapi Nyata : Uang kertas dengan nominal $ 100.000.000.000

No Comments

Tahun 2008 dunia internasional dikejutkan oleh suatu peristiwa yang aneh tapi nyata. Zimbabwe, suatu Negara di benua Afrika mengeluarkan mata uang dengan nominal Z$ 100 milyar. Kok bisa pemerintahan Negara Zimbabwe mengeluarkan mata uang yang sedemikian dahsyat nilainya? Ini semua tak lain dan tak bukan karena mata uang Zimbabwe sudah kehilangan daya belinya akibat terlalu banyak uang yang berputar di masyarakat. Yang lebih ajaib lagi uang kertas dengan nominal 100 milyar itu hanya bias dibelikan setangkup roti atau jeruk empat biji, Wow!

Ingat lho ya ini bukan di dunia permainan  monopoli atau game computer ini adalah peristiwa yang BENAR-BENAR terjadi di sebuah Negara berdaulat. Aah itu kan di Zimbabwe, Negara Afrika tentu beda dengan Negara maju atau Negara kita. Eeeits jangan salah dulu, di Negara Jerman tahun 1923 orang lebih suka membakar uang untuk menghangatkan ruangan di musim dingin daripada membeli kayu bakar karena harganya sama. Lalu seorang yang ingin membeli roti harus membawa gerobak dan berlari menuju toko roti. Bukan untuk membawa rotinya tetapi untuk membawa uang yang dipakai untuk membeli beberapa potong roti. Kalau telat sedikit saja maka uang di gerobaknya tak akan cukup untuk membeli roti. Saking cepatnya inflasi.

Di Indonesia tahun 1998 juga pernah mengalami Inflasi yang sangat tinggi sehingga uang yang dipegang oleh orang tua kita seakan-akan tidak ada nilainya atau nilainya sangat kecil sekali. Kita tentunya harus bisa mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian yang pernah dan sedang terjadi di seputar penggunaan uang kertas ini. Tidak ada satu negara pun yang bisa mencegah inflasi hanya kecepatan inflasi masing-masing Negara berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Saat inflasi menggila maka memegang uang kertas bukan lagi sebuah kenikmatan tetapi lebih seperti memegang bara api di mana kita harus memindahkannya secepat mungkin sebelum kita terbakar (bangkrut) karena nilai uang kita akan cepat sekali hangus. Kamu mau mengalami hal seperti itu???

Uang kertas bukan sarana yang tepat untuk investasi jangka panjang

No Comments

Inflasi adalah faktor yang tingkat ketidak-pastiannya paling sulit untuk diatasi oleh para ekonom maupun perencana keuangan manapun. Coba tanya kakak atau saudara dari teman-teman yang sudah memasuki masa SMP atau SMA saat tahun 1998. Pasti tahu bahwa terjadi inflasi terburuk selama pemerintahan Orde Baru yaitu sebesar 78%. Pada saat itu nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika mencapai angka Rp 16.000 lebih. Kekayaan seluruh rakyat Indonesia waktu itu merosot nilainya sehingga tinggal ¼ dari nilai sebelumnya hanya dalam hitungan hari. Lalu bila kita tarik ke era yang lebih lawas yaitu masa Orde Lama, pernah terjadi inflasi sebesar 650% pada tahun 1965 . Sehingga pemerintah pada masa itu mengambil kebijakan untuk memotong  tiga angka nol-nya. Tapi tiga angka nol tadi kembali lagi dalam 30 tahun kemudian.
Jadi silakan sekarang periksa di dompet teman-teman semua, apakah kamu semua sudah menaruh uang dengan tiga angka nol di dompet atau belum? Kalau belum alamat kamu harus berhati-hati bisa jadi sewaktu-waktu pemerintah mengeluarkan kebijakan pemotongan tiga angka nol lagi dan kamu praktis tidak punya apa-apa.
Apakah inflasi atau melemahnya daya beli uang ini hanya terjadi pada rupiah saja? Ooo, tentu tidak. Untuk mata uang yang dianggap paling kuat yaitu Dolar Amerika pun mengalaminya. Ini bisa dilihat dari turunnya daya beli Dolar Amerika terhadap emas yang tinggal 29% dalam 8 tahun terakhir. Yang lebih mengenaskan dalam 40 tahun terakhir daya beli Dolar Amerika terhadap emas tinggal 4% saja!
Oleh karena itu menggunakan uang kertas sebagai sarana investasi bukanlah cara yang CERDAS, mengapa? Karena nilai uang kertas semakin turun dari tahun ke tahun. Misalnya orang tua kita menyisihkan sebagian pendapatannya untuk masa pensiun yang 20-30 tahun lagi. Tapi begitu sudah pensiun eeh ternyata uang yang susah-susah disisihkan dan dikumpulkan hanya bernilai 1/3 dari nilai sebelum pensiun. Jadi bisa dibayangkan bila kita sudah susah-susah menabung atau menyisihkan penghasilan kita untuk investasi masa depan tapi ternyata nilainya makin menurun. Pintar ga tuh?
Contoh konkret masalah ini saya ambil dari tulisan Pak Muhaimin Iqbal salah satu praktisi Dinar & Dirham di Indonesia. Seorang kawan dari Pak M. Iqbal (kita anggap saja Bapak A) yang kecewa berat dengan asuransi pendidikan untuk anaknya yang dibeli pada tahun 1988. Si Bapak A ini bekerja sebagai eksekutif di sebuah perusahaan telekomunikasi.
Saat itu ketika anaknya baru lahir, Bapak A ini membeli produk asuransi pendidikan senilai Rp 22,5 juta yang akan cair pada saat anaknya masuk perguruan tinggi. Saat itu nilai pertanggungannya sangat besar dan pada tahun-tahun awalnya harus dibayar 20% dari gaji bulanannya.
Tahun 2006 saat anaknya masuk ITB dan perlu membayar Rp 45 juta uang pangkal, dana asuransi yang cair ternyata hanya cukup membayar separuh dari uang pangkal tersebut. Siapa yang salah? Perusahaan asuransi sudah membayar kewajibannya dengan benar, Si Bapak A juga telah konsisten selalu membayar preminya bertahun-tahun dengan benar. Yang salah tidak lain adalah nilai mata uang rupiah yang tidak bisa diandalkan sebagai sarana investasi. Nanti kita akan bahas bagaimana seharusnya Bapak A dan kita semua bertindak untuk asuransi pendidikan.

Mengenal lebih jauh tentang “Monster” inflasi

No Comments


Macam-macam Inflasi
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi.
Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun;
Inflasi sedang antara 10%—30% setahun;
Inflasi berat antara 30%—100% setahun;
dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.


Penyebab Inflasi
Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi).
Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.
Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan di mana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat.

Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment di mana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas di pasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.
Inflasi desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru.

Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangat penting.
Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal,yaitu
kenaikan harga,misalnya bahan baku dan kenaikan upah/gaji,misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang.


Cara mengukur inflasi
Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator. Inflasi diukur dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga. Indeks harga tersebut di antaranya:
Indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI), adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang tertentu yang dibeli oleh konsumen.
Indeks biaya hidup atau cost-of-living index (COLI).
Indeks harga produsen (IHP) adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang-barang yang dibutuhkan produsen untuk melakukan proses produksi. IHP sering digunakan untuk meramalkan tingkat IHK di masa depan karena perubahan harga bahan baku meningkatkan biaya produksi, yang kemudian akan meningkatkan harga barang-barang konsumsi.
Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur harga dari komoditas-komoditas tertentu. Indeks harga barang-barang modal
Deflator PDB menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa.


Asal inflasi
Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri. Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. Sementara itu, inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.


Peranan Bank Sentral
Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral -termasuk pemerintah. Hal ini disebabkan karena sejumlah studi menunjukkan bahwa bank sentral yang kurang independen salah satunya disebabkan intervensi pemerintah yang bertujuan menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong perekonomian akan mendorong tingkat inflasi yang lebih tinggi.
Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. Selain itu, bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkan karena nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi) maupun eksternal (kurs). Saat ini pola inflation targeting banyak diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia, termasuk oleh Bank Indonesia.

Berkenalan dengan Sahabat Sejati Uang Kertas

No Comments

Uang kertas memiliki sahabat karib, siapakah dia? Dia bernama inflasi dan deflasi. Dalam sistem moneter uang kertas, pasti akan kita jumpai istilah inflasi dan deflasi. Apa itu inflasi? Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak-lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukkan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadang kala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Kebalikan dari inflasi adalah deflasi. Dua hal ini selalu menyertai perkembangan mata uang kertas sepanjang sejarahnya.

Older Entries